27 November, 2021
Pesona Gunung Api Purba Nglanggeran

Pesona Gunung Api Purba Nglanggeran

Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan mempunyai potensi wisata yang luar biasa Gunung api purba nglanggeran salah satunya, di samping terkenal dengan pantainya yang indah dan berpasir putih. Pesona gunung api purba nglanggeran sangat menakjubkan bahkan diabadikan dalam sebuah lagu yang berjudul banyu langit.
Gunung api purba nglanggeran merupakan salah satu gunung api purba yang terbentuk sekitar 60-70 juta tahun yang lalu atau berumur tersier. Gunung ini memiliki batuan yang sangat khas didominasi oleh aglomerat dan breksi gunung api. Meskipun namanya gunung api tapi kita bisa mendaki sampai puncak tanpa rasa khawatir.
Gunung api purba nglanggeran tepatnya berada di Desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Gunung ini terletak dikawasan karst baturagung yang tersusun atas batuan beku berupa breksi andesit dan lava.
Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran berada di ketinggian sekitar 700 mdpl, merupakan salah satu spot bagus bagi para pemburu moment sunrise, dibutuhkan sekitar 45-60 menit untuk sampai dipuncak. Puncak gunung ini biasa disebut Gunung Gedhe memiliki kondisi yang lapang sehingga sangat cocok untuk mendirikan tenda untuk bermalam sambil menunggu golden sunrise.

Baca Juga :Watu Payung Prambanan, tempat menikmati sunrise di Perbukitan Prambanan

Untuk sampai di puncak Gunung Api Purba dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah apalagi buat para pemula. Awal pendakian berupa anak tangga permanen, kemudian mulai menanjak melewati song gudel (Lorong buntu beratap bongkahan batu raksasa), semakin keatas jalan berupa tanah berbatu.
Salah satu hal yang menarik sekaligus tantangan yaitu kita akan melewati dua Lorong yang dikenal dengan Lorong sumpitan, untuk Lorong sumpitan yang pertama dilengkapi dengan tangga kayu dan mempunyai ciri khas ada batu yang menggantung yang terjepit diantara Lorong. Untuk dapat melewati Lorong ini pengunjung harus bergantian karena hanya cukup untuk satu orang.
Setelah melewati Lorong sumpitan pertama kita akan sampai di gunung bagong berupa tanah lapang, biasanya pengunjung beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan alam yang tersaji, tersedia gazebo juga di tempat ini.
Jalur berikutnya kita akan melewati Lorong sumpitan yang kedua, berbeda dengan Lorong sumpitan pertama dilorong ini jalannya berupa tangga dari bebatuan yang tersusun rapi. Selepas itu kita akan melewati jalan setapak yang terdapat banyak pepohonan tinggi, inilah medan terakhir yang harus ditaklukan sebelum mencapai puncak.
Setelah melewati berbagai macam medan akhirnya sampai juga di puncak tertinggi Gunung Api Purba Nglanggeran, dari puncak kita dapat menikmati panorama pemandangan yang indah, Lelah kita saat mendaki akan terbayarkan dengan suguhan pemandangan yang menakjubkan bahkan menjadi salah satu lirik
Untuk menuju ke lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran tidak begitu sulit, dari pusat kota Jogja ambil saja jalan ke arah Wonosari nanti setelah melewati bukit bintang kita akan bertemu perempatan patuk ambil ke arah kiri ke Desa Oro-Oro, nanti sampai pertigaan setelah puskesmas Patuk II ambil kanan menuju Desa Nglanggeran.
Fasilitas pendukung yang ada di Gunung Api Purba Nglanggeran termasuk lengkap diantaranya tempat parkir, tempat untuk ibadah, balai pertemuan, posko kesehatan, home stay, fasilitas MCK, camping ground, sudah adanya jalur pendakian untuk mendaki ke puncak apalagi bagi para pemula.
Tiket masuk ke Kawasan gunung api purba nglanggeran untuk wisatawan domestik sebesar lima belas ribu rupiah, sedangkan untuk wisatawan mancanegara sebesar tiga puluh ribu rupiah.
Sedangkan untuk jam operasional sebenarnya buka 24 jam, tapi karena adanya wabah COVID-19 dan menghadapi new normal maka ada perubahan tentang jam operasional dan sejumlah kebijakan yang dibuat pengelola untuk mencegah penularan COVID- 19. Diantaranya jam operasional hanya dari jam 08.00 pagi sampai setelah sunset, kegiatan camping juga masih dilarang, serta pengunjung belum di ijinkan untuk menginap di home stay.
Di masa new normal untuk memasuki kawasan wisata Gunung Nglanggeran ada standar operasional prosedur yang telah di siapkan di antaranya pengunjung wajib menggunakan masker, melakukan cuci tangan dan hand sanitizer, serta cek suhu tubuh, jaga jarak saat antri di loket tiket. Kuota pengunjung juga dibatasi hanya 50 orang perhari.
Pesona gunung api purba nglanggeran tidak diragukan lagi, tidak salah kalau tempat ini bisa dijadikan referensi tempat wisata ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *